Latest Posts
Tampilkan postingan dengan label DIY. Tampilkan semua postingan

Wedding Diary : Dear Bestfriends, will you be my bridesmaid?


Dari dulu saya memang sudah meniatkan di hati kalau nanti saya menikah akan memberikan kain seragam untuk bridesmaid, ini bentuk terima kasih karena nantinya saya pasti sangat sangat menyusahkan dalam mempersiapkan pernikahan dan saya juga butuh mereka untuk berbagi cerita. Seneng aja kalau nantinya sahabat-sahabat terdekat saya menggunakan baju dengan warna senada pasti mereka sangat cantik 😍

Dalam menentukan bridesmaid sebenarnya terserah saja siapa yang akan dipilih, entah itu saudara, teman, tetangga, atau sahabat. Tetapi orang yang menjadi bridesmaid pastikan orang yang benar-benar tau bagaimana karakter dan tau apa yang kamu suka atau tidak suka. Kenapa? karena menurut saya pribadi orang yang menjadi bridesmaid adalah orang yang benar-benar bakalan disusahin, entah itu minta temanin hunting harga, cetak undangan, nyari printilan ini itu kan juga ribet, pendapat mereka juga sangat diperlukan dalam memilih ini-itu nya.

Saya sendiri memilih sahabat-sahabat terdekat yang menjadi bridesmaid nantinya, mereka adalah orang-orang yang saya anggap paling mengerti bagaimana saya dan mereka adalah orang-orang yang ingin saya ucapkan terima kasih karena udah ngisi hari-hari barengan tiap momennya. Untuk memilih kain seragam bridesmaid sebaiknya disesuaikan dengan tema wedding yang akan digunakan.

Kain yang saya pilih adalah kain dengan merk Roberto Cavali polos berwarna cream, masing-masingnya saya beli dengan ukuran 2,5m. Pertimbangan untuk memilih kain polos adalah karena kain polos lebih mudah untuk dikreasikan modelnya, jadi lebih memudahkan bridesmaid nantinya mencari model baju yang ingin dijahit.

Entah kenapa saya sangat ingin memberikan packaging yang lucu, bukan sekedar hanya memberikan saja dengan plastik 😁 Saya gak ada kerjaan atau apa ini namanya hahaha, sekalian buat souvenir pernikahan buat sahabat makanya packaging juga harus bagus dong ya. Setelah searching sana-sini ketemu yang saya pengen, lucu dan buatnya juga gampang sepertinya.


Berikut bahan dan langkah-langkah nya :


Dikarenakan gak sempet buat foto cara pembuatan paper bag nya, jadi saya gambarin aja ya mudah-mudahan pada ngerti hihi kalo gambarnya gak jelas tinggal diklik aja yaa



Setelah paper bag jadi tinggal masukin kain ke dalamnya, jangan lupa untuk melipat kain sesuai dengan ukuran paper bag nya. Lalu gulung bagian atas dan jangan lupa di lem. Maaf buat bad quality fotonya karena ngambilnya malam 😜


Untuk menambah kesan manis dan lucu di paper bag-nya saya tambahkan bunga kertas handmade berbentuk pompom ini, nanti tutorialnya bakalan saya bikin tersendiri ya kalau udah punya banyak waktu luang hehe. Pada bagian bunga ini saya ikatkan ke tali yang panjang dan tinggal dililit saja sesuai kreasi kamu, jangan lupa kartu ucapannya juga diikat ke bagian talinya, biar sekalian ke list juga siapa yang bakalan dikasih buat bridesmaid ntarnya. Dan taraaa sudah jadi,,kemasan yang lucu bakalan bikin sahabat-sahabat juga happy menerimanya 😍



Look, even Spot help me out. Lagi sibuk-sibuk lipatin kertas eh si spot malah sibuk ngajakin main, dikasih bunga dilehernya jadi malah tenang dan heran sendiri karena ada suara kresek-kresek disampingnya tapi gak kelihatan itu apa 😂

DIY : Makeup Brush Case




What you need :



Bahan yang saya gunakan disini adalah kain katun jepang, dan untuk panjang kain yang digunakan tergantung seberapa banyak makeup brush yang akan dimasukin, sebagai contoh disini saya punya 20 pcs brush berbeda ukuran.

A. Kain katun jepang, ukuran panjang x lebar = 38 x 10 cm.
B. Gunting.
C. Benang dengan warna senada.
D. Laces (renda), ini pilihan optional.
E. Furing untuk pelapis bagian dalam, ukuran 38 x 18 cm.
F. Interlining cloth/viselin ketebalan medium, ukuran 38 x 18 cm. Bagian ini bisa diganti dengan busa jika ingin lebih tebal.
G. Kain katun jepang, ukuran 38 x 18 cm
H. Kain katun jepang, ukuran 112 x 4 cm
I. Kain katun jepang, ukuran 30 x 6 cm

How to 

Langkah pertama, samakan setiap sisi dari kain E,F,G seperti gambar nomor 1. Sesuaikan urutannya karna kain F kain berada di bagian tengah. Lalu setrika tumpukan kain tersebut agar kain F menempel dengan kain E dan G. Setelah itu jahit bagian pinggir dari kain tersebut, beri jarak sekita 1/2 cm - 1 cm saja dari tepi kain seperti gambar nomor 2, sebut saja ini bagian utama.

Selanjutnya, ambil bahan kain A lalu lipat agar bertemu ujungnya, balikkan dan jahit ujungnya sehingga menjadi persegi panjang seperti gambar nomor 4, dan sebut saja ini dengan bagian penghambat.

Dibagian penghambat bisa diberi tambahan, seperti gambar nomor 6 saya menjahitkan laces dibagian atasnya. Dan jahitkan dibagian pinggir kiri-kanan bagian penghambat ke bagian utama. Posisikan tepat ditengah agar letak brushes nya nanti akan pas tertahan ditengah :)

Setelah dijahit, ukur jarak space antara tempat brush satu ke tempat brush yang lainnya, caranya letakkan brush yang akan diukur, lebihkan jarak 3mm ke kiri dan ke kanan. Tandai lalu jahit lurus kebawah seperti gambar nomor 8.


Setelah terukur semua dan setiap bagian sudah dijahit saya memastikan bahwa tempat sudah pas dengan brush yang akan saya gunakan seperti di gambar nomor 9. Lalu gunakan bahan H untuk menutupi jahitan disetiap pinggir bahan utama, jahitkan seperti gambar nomor 10.



Ambil bahan I, lipat bagian lebar menjadi 2 bagian lalu balikkan dan jahit 1 bagian pinggir yang terbuka, ini akan digunakan sebagai tali pengikat luar. Setelah tali selesai dijahit, jahitkan ujungnya kesalah satu bagian pinggir bagian utama. Voilaaa...it's done. Tapi untuk bagian tali bisa diubah sesuai kreatifitas masing-masing, bisa menggunakan perekat, button atau magnet. Selamat mencoba..