Latest Posts
Tampilkan postingan dengan label Travels. Tampilkan semua postingan

Piknik di Bukit Naang, Bangkinang


Hari minggu yang lalu saya dan rekan kerja memutuskan untuk jalan-jalan bareng, sebenarnya ini agenda tahun lalu yang belum sempat terealisasi ya karna gak pernah ketemu waktu yang tepat buat semuanya biar pada ikut. Sebenarnya saya sendiri sudah pernah sebelumnya ke Bukit Naang ini sekitar 5 apa 6 tahun yang lalu saya juga udah lupa :D , jadi otomatis jalannya juga udah lupa dong ya, yang saya ingat itu ada lewat jembataann ajaa haha, berbekal google mapslah kami berangkattt!!
Jalan menuju kesana juga gampang banget, sekarang juga udah dipasangin plang "Bukit Naang xx KM". Kalau dari Pekanbaru, mulai masuk ke daerah Bangkinang ada Tugu deket RSUD Bangkinang ada jalan simpang 3, ambil jalan yang kanan terus ketemu jalan simpang 4 yang ada traffic light-nya belok kanan, gak berapa jauh bakalan ada jembatan. Tinggal lurus deh, ntar di sisi kiri jalan ada plang petunjuk arah nya.


Bukit Naang ini sangat luas, didalamnya terdapat beberapa objek permainan, seperti : outbond (18 rintangan termasuk flying fox), ATV, budge jumping, kereta dayung danau, kolam renang dan taman bermain. Kalau kesini jangan lupa bawa tikar dan makanan karena udaranya yang sejuk terletak ditengah rimbunan pohon dan terdapat sebuah danau.

Untuk setiap arena akan ada biaya yang berbeda, jadi bebas mau pilih main arena apa atau hanya sekedar piknik menikmati udaranya yang segar. Kemarin disana saya mencoba lagi track outbond nya, ternyata masih sama dengan track dulu saya pernah kesini. Ada 18 track yang harus dilalui mungkin sekitar 1-2 jam baru selesai permainannya, lama tapiii seru dan menantang banget. Bagi yang belum pernah mencoba track ini nantinya akan ada pemandu yang ikut dan mengarahkan harus ngapain kita diatas ketinggian sana.

Butuh nyali yang besar memang karna katanya flying fox disini yang terpanjang se-Indonesia. Mulai dari tree top ke bukit diujungnya trus balik lagi, dijamin seru, tapi bagi yang ingin mencoba arena outbond ini jangan lupa untuk menggunakan sepatu dan sarung tangan untuk alasan keamanan. Entah karena terlalu excited-nya atau ingatan saya kebawa teriakan2 saya apa gimana, saya udah gak ingat lagi apa saja nama dan ketinggian masing-masing track yang sudah dijelaskan oleh pemandunya hehe.

Ini beberapa daftar harga tiket yang sempat saya tanyakan
1. Tiket masuk, dewasa Rp. 15.000; dan anak Rp 10.000;.
2. Arena Outbond, dewasa Rp 75.000; dan anak Rp 50.000;
3. APV, Rp 40.000 untuk 3x putaran track.
4. Sarung tangan outbond Rp 15.000

Sebelum main foto duluuuu ... 


Sebelum main yang pada ikut outbond juga di briefing sama mas-masnya, gimana cara gunain alat, apa tanda-tanda yang ada di tali, pokoknya sampai ngerti baru dibolehin naik. Kak Lina serius amat yaa, btw kakak yang satu ini sebenarnya takut tapi penasaran pengen nyoba :D
  

Ini saya lupa bagian flying fox yang keberapa, ini lagi nunggu giliran, kalau yang sebelumnya belum nyampe dan benar-benar melepaskan semua alat-alat yang terhubung ke tali maka gak boleh meluncur, kenceng banget abisnya ntar nabrak kan berabe..


Kalau yang ini saya ingat, ini rintangan ke-2 setelah menaiki tangga pertama, tingginya mungkin kurang lebih 3 m.


Ini rintangan ke-3 setelah rintangan yang melintasi tali seperti jala ikan (ga tau nama rintangan nya apa, anggap aja itu yaa :P ), disini cuma melintasi kayu itu, agak goyang tapi gak terlalu serem sih, lumayan tinggi juga tapi gatau berapa tingginya, pokoknya tinggi aja gituu :D . Sebenernya sebelum ini ada rintangan bergelantungan kayak tarzan, kalau rintangan tarzan ini ada maksimal berat badan, kalau gak salah batas maksimal itu 70kg, kalau berat badan melebihi itu tapi tetap naik bisa bahaya ntar bisa terhempas ke bawah karna panjang tali yang diukur itu hanya sesuai untuk bobot badan < 70 kg, kan talinya bergelantungan gitu yaa mirip tarzan kalau bergelantungan lah yaa tau gimana. Karna gak ada yang berani saya juga gak jadi melewati rintangan tarzan itu, ntar beda jalur sendiri serem juga kan yaa, sewaktu pertama kali saya kesini saya ikutan yang rintangan tarzan ituu, seruuuu tapi bersa nyawa tinggal dibelakang, gak mudah ternyata jadi tarzan :P


Ini rintangan ke-6, diatas itu tinggi banget kalau ga salah tingginya 200 m di tempat paling rendah, makin jauh makin tinggi ntar berhentinya di tree top puncak tertinggi di outbond ini. Rintangan ini melintas tangga yang paling tinggi, ada angin goyang-goyang berasa jantung mau copot, tapi ntah kenapa saya melah ketawa gak jelassss, perut berasa geli banget, mau gak mau kan harus ngeliat ke bawah karna jarak kayu-kayunya itu makin lama makin jauh, kalau gak liat trus terpeleset kan gak lucuuu bisa-bisa nangis terkencing-kencing tu diatas :D


Ini dia yang namanya tree top. Paling tinggi se-rintangan outbond. Pohon-pohon gede yang ada disana aja kalah tingginya sama ini. Dari sini ntar ada flying fox menuju bukit diseberangnya.


Akhirnya selesai outbond, untung senyumnya gak pada hilang yaa, abisnya lucu ngebayangin kejadian-kejadian sebelumnya :D



Nah itu ada keliatan sedikit penampakan danau nya. Kalau piknik kesini jangan lupa bawa makanan yang banyakk

Lokasi Bukit Naang :




Bengkulu

Bagian Dalam Benteng Fort Marlborough, Bengkulu

Ke Bengkulu kali ini sebenarnya bukan buat travelling melainkan cuma tugas kerja ngahahaha. Saya dan salah seorang partner diutus kampus buat kesana. Kebetulan karna saya bekerja di salah satu Politeknik di Pekanbaru yang notabane nya itu kampus saya, duluuu…hihi. Jadi saya dan partner diutus buat melaksanakan misi promosi pelebaran sayap ke daerah ini, kali ini Politeknik Caltex ikutan acara sejenis Edu Fair di salah satu SMA disana.

Karna penerbangan pagi jadi berangkatlah pagi-pagi buta ke bandara pemirsaaaaa…dari rumah saya ke bandara itu kira-kira 45 menit-1 jam kalau di jam normal, berhubung ini pagi dan jalan kosong jadi cuma butuh 30 menitanlah. Setelah seharian di bandara, kalau dari Pekanbaru ke Bengkulu harus transit di Jakarta kan ya, jadinya suntuk-suntukan deh nunggu di bandara kecuali si partner yang bisa ketemu pacar :p . Take off lah kami di Bandara Fatmawati, sebenarnya ada yang lucu di bandara ini. Bandara nya bisa dibilang kecil banget kalau di banding dengan Bandara Sultan Syarif Qasim II Pekanbaru. Yang lucu itu, di bandara ini masih bisa kita liat penduduk sekitar yang suka tontonin pesawat :D ada yang dadah-dadahin pesawat kalau mau landing atau take off.

Tolong abaikan muka saya yang ga tahan di bandara sehaian :'(

Over all, Kota Bengkulu menurut saya masih agak sepi, ga ada gedung-gedung yang tinggi disana, kalau cuaca disana tergolong panas sama kaya Pekanbaru. Sebagai pendatang yang baru pertama kali kesana saya sangat kesulitan jika ingin bepergian, taksi hanya berjumlah 15-16 unit kalau ga salah (ini salah satu driver taksinya yang bilang), angkotnya cuma menjangkau didaerah kota saja ga sampai ke tempat pariwisata nya. Untuk berpergian selama di Kota Bengkulu ini kami lebih memilih menggunakan jasa penyewaan mobil sekaligus driver, harganya tergolong murah sih menurut saya, keliling Bengkulu dari pagi sampai kira-kira jam 8 malam itu cuma 400n ribu rupiah. Soal penginapan sepertinya tidak terlalu sulit untuk didapat, tapiii jangan harap ada yang berbintang 4 5 6 7 8 :D sekedar buat tidur aja banyak yang nyaman sih.

Selama 3 hari di Kota Bengkulu, saya mengunjungi beberapa tempat pariwisata. Yang pertama ada Danau Dendam Tak Sudah, aneh kan yaa namanya, pertama dengar pun saya berpikir “Siapa ya yang dendamnya gak sudah begini, kasian amat hahaha”. Dari penjelasan warga sini sih ada 2 versi cerita kenapa danau tersebut dinamakan Danau Dendam Tak Sudah. Cerita versi pertama, ada sepasang kekasih di zaman dahulu kala yang permasalahan percintaannya ga direstui orang tua (jangan galau ngebaca ga direstui begitu... :P) akhirnya si cowok menikah sama orang lain dan si cewek pun menangis ga berhenti sampai menenggelamkan arak-arakan pengantin cowok dan dirinya sendiri. Versi kedua, katanya dulu danau itu penjajah Belanda yang berencana ngebuat nya, tapi karna danau nya luaaassss banget jadinya ya lamalah danau itu selesai, keburu penjajah Belanda didepak oleh penjajah Jepang. Danaunya bagus banget, diseberang danau keliatan barisan bukit-bukit, mungkin itu Bukit Barisan yang memang berjajar di sepanjang Sumatera. Tapi disini ga boeh main air, katanya danaunya dalam banget, takut terjadi yang gak-gak, jadi buat menikmati keindahannya cuma bisa duduk-duduk ditepi danau yang udah disediain pondok-pondok kecil oleh pedagang disekitar sana.


Danau Dendam Tak Sudah, Bengkulu

Sekitar 10-15 menitan dari danau sampailah kami ke Pantai Panjang. Karna sampai disana siang, jadi mutusin buat makan siang di pinggir pantai aja kali ya sambil nikmatin angin sepoi-sepoiii...Menurut drivernya yang kebetulan perantauan dari Padang, masakan Bagar cocok untuk lidah orang Pekanbaru yang suka pedas. Apa itu bagar? bagar itu masakan olahan dari ikan laut (saya kurang tau nama ikannya :P) yang rasanya asam dan sedikit pedas. Kalau di Pekanbaru mungkin sama dengan masakan gulai asam pedas kayanya. Masakan nya "agak fresh" karna kita yang milih ikannya dan langsung dimasakin, tapi ikan yang kita pilih tetap saja dalam keadaan yang sudah didinginkan didalam es :P 


Bagar, Masakan Khas Bengkulu

Di pantai ini ada beberapa titik pantai yang gak boleh pengunjung buat ngedeketin ombak nya, bukan karna pantainya udah punya pacar yaaaa :D emang karna ombaknya kuat banget, ga mau kebawa ombak kan? Mau nya kebawa kamu ajahhh :D . Tapi masih ada bagian pantai yang bisa buat main-main airnya, pantainya lumayan bersih walaupun banyak pedagang yang jualan di pinggir-pinggir pantainya. Buat saya yang berdomisili di Pekanbaru dan jarang banget ketemu pantai, pantai disini ngobatin banget kok hehe..


Sunset di Pantai Panjang, Bengkulu

Pantai Panjang, Bengkulu

Tempat terakhir yang kami kunjungi itu Benteng Fort Marlborough. Benteng ni peninggalan Inggris, didirikan sekitar tahun 1700n. Benteng ini juga udah direnovasi jadi bentengnya udah bagus banget, bersih juga disini. Dari sini bagus banget view nya, dibagian dalam benteng ini terdapat empat yang agak tinggi dibandingkan dengan tempat yang lainnya, nah dari sini keliatan deh Pantai Panjang yang bener-bener panjang. 

Benteng Fort Marlborough, Bengkulu

Bagian Dalam Benteng Fort Marlborough, Bengkulu

Bagian Dalam Benteng Fort Marlborough, Bengkulu








Petualangan Ala X

Bongkar-bongkar file lama, nemu foto ini jadi kangen mereka. Ngobatin kangen mending posting blog aja kali ya. X itu panggilan kami-kami waktu zaman kuliah, ada kisahnya sih ya tapi gak enak diceritain disini ntar ada pihak yang merasa tersakiti haha, apaaaa coba :| Baiklah kali ini saya akan memposting pengalaman jalan bareng teman-teman x keluar kota, itupun kotanya deket banget dari Pekanbaru, apalagi kalau gak Bukittinggi Sumatera Barat haha. Udah sering kesana juga karna mama asalnya juga dari Palembayan-Bukittinggi tapi yang kali ini beda karna pergi bareng teman dan untung aja dikasih izin sama orang tua pergi, biasanya mimpi kali boleh keluar kota bareng teman-teman. Setelah lama gak kongkow bareng kami pun memutuskan buat liburan bareng, terakhir kami kumpul lengkap itu di postan saya yang First Time Meet "Duri" itu juga dibilang gak liburan bareng sih, karena kami yang di Pekanbaru mengunjungi mereka yang di Duri dan bisa ngumpul bareng. Baiklah awal cerita, kami rencana pergi ber 7, tapi karna terhalang oleh pekerjaan ( maklumlah para wanita karir :p ) Mitim gak ikutttt, kami sidihh :'( Tapi karena semua udah terencana maka kami memutuskan untuk pergi sajalah. Rencana berangkat malam tanggal 28 Maret jadi tertunda dan kami berangkat subuh tanggal 29 Maret. Dan inilah beberapa fot-foto kami yang mewakili kemana kami berpetualang.


Berasa diatas awan kalau ngeliat foto itu ya, hehe. Kami berhenti disekitaran Bandrek House karna ngeliat pemandangan ini nih, rela-relain berhenti buat foto bentaran. Sebenarnya kalau dilihat langsung itu pemandangannya baaaguuuussssss banget, subhanallah.


Maafkan muka bantal kami ya, ini gak tidur semalaman karna excited banget pengen pergi jadinya gak ada yang tidur :D





Ini preview dikit jalan di Kelok 9 yang baru, sewaktu lebaran Idul Fitri kebetulan saya dan keluarga mudik dan jalan baru Kelok 9 ini udah dibuka, tapi entah kenapa pas kami lewat kali ini jalannya udah ditutup lagi dan masih gunain jalan yang lama. Agak serem karna banyak papasan sama bus dan mobil-mobil besar lainnya.
resseca-bkt4
Muka senang karna baru nyampe kampungnya Nana.

resseca-bkt5
Ini lagi maindi Bukittinggi, adeknya Nana ngasih surprise very late birhtday buat Nana. Kebetulan tanggal 26 yang bersangkutan nambah tua (read: ulang tahun). Disini ada kejadian lucu yang bikin malu buat beberapa hari, iseng gak ada kerjaaan saya,oppa dan nana memutuskan buat tato-tatoan dan hasilnya -____-" fotonya saya putuskan untuk tidak di post karena ya begitulah, miris.

resseca-bkt8


resseca-bkt6

Perjalanan pertama kami mengunjungi Puncak Lawang, ini tempat paling recomended menurut saya kalau lagi mengunjungi Bukuttinggi-Sumatera Barat. Letaknya di daerah Lawang +/- 30 menitan dari Bukittinggi. Puncak Lawang ini berupa bukit, nah dari atas sini kita bisa melihat Danau Maninjau. Sebenarnya kalau ditempuh dengan kendaraan darat Danau Maninjau ini lumayan jauh kalau dari Bukittinggi, Mungkin sekitar 1-2 jam. Daerahnya sejukkk banget, ahh kalau tinggal disini mungkin gak kenal stres deh. Disini juga sering ada event paralayang, terakhir saya kesana sedang diadakan acara latihan Paralayang, seru kali ya kalau bisa ikutan. Saya punya video di Puncak Lawang sewaktu liburan lebaran bareng keluarga tahun 2012.


Maafkan kualitas video yang alakadarnya ya :)

resseca-bkt16

resseca-bkt15

resseca-bkt14

Setelah dari Puncak Lawang kami lanjut ke Bukittingi. Ini lagi di Panorama, dari sini keliatan Ngarai sianok banyak monyetnya juga, ih seram. Diseberang itu ada Great Wall, replikanya Tembok Cina kali ya haha. tapi kami ga kesana karna jauh juga kalau jalan kaki.

resseca-bkt11

resseca-bkt12

resseca-bkt12_1
Ini lagi di kebun binatang, secara keselurahan bagus sebenarnya kebun binatang ini, binatang nya juga lumayan banyak tapi sayang nya disini kotor, mungkin juga karna disini banyak pedagang jadi pengunjung yang kurang bertanggung jawab membuang sampah sembarangan, padahal tempat sampah sudah disediakan tapi memang agak susah sih ditemukan tong sampahnya. Di beberapa kandang binatangnya juga banyak sampah seperti sampah plastik makanan, mungkin pengunjung ada yang iseng ngasih makanan bareng plastik-plastiknya kali ya haha. Trus binatang banyak yang kepanasan, kasian banget, itu kaya si beruang madu, duduknya ditepi banget biar ga kena panas. Trus ada juga gajah yang dirantai kakinya ditengah kandang, padahal panas terik banget, kasian :(  Mungkin pihak pengelola kebun binatang ini punya alasan tersendiri ya atas perlakuan ke binatang yang ada disana.

resseca-bkt13
Kalau orang minang bilangnya ini bendi, bahasa Indonesia nya delman. hehe. Oppa Nana Yaya ingat gak ya kejadian hampir ditabrak bendi? :D

resseca-bkt17
Ini rumah adat Minagkabau, Rumah Gadang.


resseca-bkt19
Benteng Fort De Kock


resseca-bkt10
Jembatan Limpapeh

resseca-bkt27
View dari jembatan Limpapeh, walaupun kotanya padat tapi tetap enak dilihat karna sekelilingnya pegunungan.

resseca-bkt20
Ini jajanan pinggir jalannya disekitar Panorama. Ada Es Durian Selingkuh. Namanya aneh bikin penasaran. Tanya ke uni-uni yang jualnya ternyata dinamain selingkuh karna isinya campur-campur, gak cuma es durian, kreatif ide marketingnya :D

Sekian petualangan kami, semoga ntar ada kesempatan lagi buat jalan-jalan bareng. Jalan-jalan berikutnya harus keluar pulau Sumatera dong ya :) Terima kasih yang udah nyempetin baca ya :)

resseca-bkt25

resseca-bkt24

resseca-bkt23

resseca-bkt22

resseca-bkt21

resseca-bkt9

First time meet Duri


Lucu sebenarnya, saya yang berdomisili Pekanbaru tidak pernah sekalipun ke daerah tetangga Duri. Padahal jaraknya cuma +/- 3h menggunakan mobil pribadi. Sebenarnya udah lama pengen kesana, udah dischedule-in semenjak kuliah karena beberapa temen ku emang asalnya dari sana dan mereka ke Pekanbaru buat study, tapi lama banget baru direalisasiin. First sign about Duri sih, hmmm...jalan menuju ke Duri nya rusak abiss :D ya maklum yang ngelewatin para algojo beroda empat alias truk dan sejenisnya yang berbobot besar, mudah-mudahan Pemerintah setempat bersedia memperbaiki jalannya, kasihan yang mau ngelewatin jalan disana, kalau lagi panas terik menggunakan sepeda motor mungkin gak perlu bedakan. Kalau Duri nya sih sama aja seperti Pekanbaru, padat dan panas, hhe... For all, happy lah bareng sahabat juga namanya ya, mana ada yang gak seru \^^/






ini enak banget, iga bakar madu, lupa nama tempat makannya apa, yaya (temenku yang domisili duri) bilang ini cafenya baru buka..